Home » Serigala!… Serigala!!…

Serigala!… Serigala!!…

Posted by Rully Mujahid on Jan 05, 2018

Suatu pagi di dekat sebuah desa, seorang anak gembala, yang sedang menggembalakan sekelompok dombanya, dia dikenal dengan keceriaannya dan sifat isengnya oleh orang-orang di desanya, sekarang dia sedang beristirahat di bawah pohon sambil tetap menjaga domba-dombanya yang sedang merumput, selintas muncul di pikirannya untuk melepas penatnya dengan keisengan yang ingin diperbuatnya, Aha… terpikir olehnya ingin mengejutkan orang -orang di desanya lagi, tapi keisengan apa lagi untuk mencari perhatian orang-orang tersebut, dia segera memutar otak untuk mendapatkan ide baru, karena orang di desanya sudah mengenal trik-trik iseng dia, maka tak lama kemudian muncullah ide ketika dia melihat domba-dombanya yang sedang merumput dan ada hutan di dekat sekelompok domba tersebut, terpikir jika dia berteriak  “Serigala! Serigala!” untuk mengagetkan orang-orang, pasti akan menjadi hal yang heboh nantinya. Singkat cerita maka ketika dia dan gembalaannya mendekati pinggir desa, maka dimulailah rencanaya, dia berteriak sekeras mungkin “Serigala! Serigala!” beberapa kali sambil menunjuk ke sekelompok domba-domba miliknya dan ketika itu pula tetangga-tetangga yang mendengar dan melihatnya berdatangan sambil berlarian mencoba untuk membantunya dari serigala-serigala itu, dan ketika orang-orang desanya telah sampai di lokasi anak gembala tersebut, dia dengan puas menertawai  mereka, orang-orang  yang dengan susah payah datang untuk membantu, dan kecewa, kesal bahkan marah terlihat dari wajah-wajah orang tersebut mengetahui bahwa ini hanyalah keisengan anak tersebut.

Beberapa hari kemudian, ketika dia menggembalakan sekelompok dombanya di padang rumput, kali ini dia membawa domba-dombanya hampir mendekati hutan karena rumput-rumput disana masih banyak dan segar,  disaat domba-dombanya sedang merumput, dia melihat ada beberapa ekor serigala dari dalam hutan datang mendekat berjalan perlahan-lahan ke arah sekolompok dombanya. Anak gembala itu terdiam dan membelakkan matanya, dan dia benar-benar ketakutan, gemetar badannya  sambil menahan tangisnya, akhirnya dia mencoba berteriak sekeras mungkin meminta tolong orang-orang di desanya “Tolong… Serigala! Serigala!”, tapi berkali-kali dia berteriak tidak ada seorang atau bantuan pun yang datang untuk tangisan dan teriakannya, bahkan orang-orang di desanya seakan mengabaikan teriakan dia. Tak lama kemudian serigala-serigala tersebut semakin mendekat ke kelompok dombanya dan dengan cepat menyerang   domba-domba milik anak gembala tersebut, semua dombanya berlari kocar-kacir menyelematkan diri, dan beberapa dombanya ada yang diterkam dan menjadi santapan serigala-serigala tersebut.

Dari cerita singkat anak gembala diatas, sebuah perilaku negatif yang bisa merugikan orang lain dapat juga berakibat pada diri sendiri dan pastinya merugikan diri sendiri. Kadang orang menganggap sepele dengan sebuah keisengan atau pun perilaku negatif entah dalam bentuk ucapan, tindakan, tulisan dan lainnya. Perilaku yang biasa dilakukan akan membentuk karakter diri seseorang, dan menjadi penilaian serta pelabelan terhadap orang tersebut.

Apalagi jika berbohong, agar ada kepuasan di diri membuat orang kesal, khawatir, marah dan lainnya, atau menutupi perilaku yang dilakukannya, atau untuk menutupi kebohongannya sendiri. Banyak alasan orang untuk berbohong, untuk kebaikan atau keburukan, jika pun ini dilakukan berulang kali, maka akan menjadi terbiasa berbohong, dan menjadi karakter pembohong melekat sebagai label di dirinya. Tidak ada yang  percaya dengan pembohong, bahkan ketika mereka berbicara kebenaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Captcha Reload

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers: