Home » Kenapa Mind-Architect ?

Kenapa Mind-Architect ?

Posted by Rully Mujahid on Mar 29, 2013

Mind-Architect ini muncul dari perenungan, pengalaman, pembelajaran dan pertanyaan yang sering muncul, dan menjadi sebuah keputusan internal yang saya ambil untuk menguatkan posisi dengan nilai-nilai dan keahlian yang saya miliki.

Jika ditanya keahlian apa saja yang saya miliki, silahkan baca kembali profil saya di Mind-Architect Area ini. Saya pernah iseng untuk menaruh semua gelar akademis dan non-akademis yang saya dapat dari semua lisensi dan sertifikasi yang saya miliki tersebut dibelakang nama saya, dapat sahabat bayangkan sangat panjang sekali semua singkatan gelar tersebut berbaris dibelakang nama saya dan entah kenapa dilihat dari sisi desain dan estetika terlihat kurang bagus menurut saya…:)

Sahabat tentu telah membaca artikel sebelumnya bahwa istilah Mind-Architect sebagai personal brand muncul untuk bisa menjelaskan dan menggambarkan sumber daya yang saya miliki dan keahlian spesialisasi yang berhubungan dengan aplikasi ilmu pikiran, bersyukur saya mendapatkan kata tersebut untuk menggantikan semua gelar dibelakang nama saya itu.

Lalu kenapa Mind-Architect?

Saya ceritakan sedikit asalmuasal pemakaian Mind-Architect, sebagai awal – pendidikan formal akademis saya sampai artikel ini ditulis adalah Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Indonesia, yang tidak dapat dipungkiri lagi untuk sebagian orang mempunyai pemikiran bahwa seharusnya sekarang saya bekerja sebagai arsitek, walaupun dulu saya sudah pernah berada di posisi itu beberapa tahun lamanya. Karena itulah ketika saya bertemu dengan teman-teman kuliah dulu atau orang-orang yang tahu latar belakang pendidikan saya, dan mengetahui profesi saya saat ini,  banyak yang akhirnya bertanya dan sangat sering sekali pertanyaan yang sama ini  dilontarkan kepada saya yaitu

“terus arsiteknya kemana?”

“nggak jadi arsitek sekarang?”

Dan jawaban saya ketika ditanya itu adalah hampir sama bahkan sudah dibuat sebagai template jawaban yaitu selalu menceritakan bahwa saya sudah pernah menjadi arsitek selama beberapa tahun dan bla-bla-bla… entah penjelasan atau pembenaran tergantung situasinya. Akhirnya saya berpikir bagaimana supaya pertanyaan itu dapat dijawab dengan ringkas dan singkat, tidak terlalu serius tetapi mengenai sasaran, dan juga sekalian untuk promosikan diri, karena lebih efektif dan bermanfaat menjelaskan siapa saya sekarang dengan semua keahlian dan spesialisasi, daripada menjelaskan sesuatu untuk mencari alasan di masa lalu, itulah berpikir dengan kerangka solusi.

Pertanyaan-pertanyaan sama seperti itulah sebagai salah satu pemicu  dalam perenungan saya yang memang tidak disengaja karena seperti lintasan pikiran, muncullah sebuah ide untuk me-branding diri saya dengan kata-kata yang mudah diingat, mudah dijelaskan, mudah dipersepsikan, dan mudah dibayangkan. Kata-kata yang dapat menjelaskan kegiatan dan pekerjaan saya saat ini, menggabungkan formal akademis dan non-akademis yang saya pelajari, memunculkan estetika dan elegan, serta menciptakan citra diri yang positif. Beberapa kata-kata muncul dari pengalaman, bacaan dan yang saya dengar, dan tidak terpilih karena kurang mengena dan sreg, kemudian muncul istilah yang pernah saya dengar dari guru saya yaitu arsitek otak, seru juga nih ada arsiteknya dan berhubungan dengan otak, tapi saya menganalisa kembali, otak itu kan udah ada dan tersedia, dia tidak dapat diubah-ubah, kalau pun bisa diotak-atik adalah melalui proses operasi oleh dokter dan bukan itu bidang saya, sampai akhirnya berfokus pada pikiran, dimana merupakan hasil dari otak, dan hanya manusia yang diberikan pikiran, pikiran sangat erat berhubungan dengan perasaan, perkataan dan perilaku, pikiran dapat diubah, dikuatkan, direkayasa, ditambahkan, dikurangi, diberdayakan dan masih banyak lagi… AHA! Ini dia kata-kata yang cocok, yang kalau di-inggriskan menjadi MIND-ARCHITECTsimple, clear, elegan, cool and complete.

Mind-Architect ini lah yang akhirnya menjadi personal branding saya, yang mencakup semua kegiatan saya dari training, hypnotherapy, counseling, coaching dan assessment. Mungkin banyak yang belom tahu atau paham, itu adalah fase selanjutnya bagi saya untuk brand awareness dan sekalian mempromosikan diri saya 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Captcha Reload

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers: